Potensi perikanan yang melimpah akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui program Pandu Kakao (Pelatihan Industri Kawasan Indonesia Timur Berbasis Potensi Lokal), Balai Diklat Industri Makassar hadir mendampingi masyarakat pesisir Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, dalam mengembangkan keterampilan dan peluang usaha berbasis hasil perikanan.
Sebanyak 44 peserta, yang didominasi oleh ibu rumah tangga dan istri nelayan, mengikuti pelatihan pengolahan ikan tuna menjadi berbagai produk unggulan seperti bakso ikan, nugget ikan, dan sambal ikan. Tidak hanya belajar mengolah hasil tangkapan, peserta juga dibekali keterampilan pengemasan produk, legalitas usaha, serta strategi pemasaran digital, sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih higienis, memiliki daya simpan yang baik, siap dipasarkan, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Program ini menjadi langkah nyata dalam:
- Meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir melalui diversifikasi produk olahan perikanan.
- Menambah nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk segar.
- Membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga nelayan.
- Mendorong lahirnya UMKM berbasis potensi lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.
- Mendukung penguatan ekonomi kawasan pesisir melalui pemberdayaan masyarakat.
BDI Makassar percaya bahwa pembangunan industri tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Ketika masyarakat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan akses terhadap pasar, maka potensi lokal akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan bersama. Mari bersama mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan Indonesia.
#BDIMakassar #Kemenperin #PanduKakao #PelatihanIndustri #IndonesiaTimur #PotensiLokal #KNMPTongkeTongke #Sinjai #PengolahanIkan #DiversifikasiProduk #PemberdayaanMasyarakat #UMKMNaikKelas #EkonomiPesisir #BanggaBuatanIndonesia
